Facebook Mendorong Pengguna di Eropa untuk Mengaktifkan Teknologi Pengenalan Wajah

Teknologi pengenalan wajah Facebook Teknologi pengenalan wajah Facebook.

Seperti yang dilansir pada laman Techcrunch, teknologi pengenalan wajah yang dikembangkan oleh Facebook mulai disediakan untuk para penggunanya. Khususnya di Eropa, teknologi tersebut dianggap kontroversial karena dapat melanggar privasi publik apabila Facebook secara sepihak menjual penerapan teknologi tersebut kepada pihak ketiga misalnya pemerintah ataupun perusahaan swasta lain.

Diceritakan dalam artikel tersebut bahwa wartawan harian Metro, Jimmy Nsubuga, merupakan salah satu dari sekian orang Eropa pengguna Facebook yang mendapat notifikasi terkait apakah ia ingin menerapkan teknologi tersebut.

Peraturan di Eropa telah melarang perusahaan-perusahaan untuk menerapkan teknologi yang membahayakan privasi seseorang. Aturan tersebut telah diterapkan sejak 2012 menyusul adanya tekanan dari beberapa pihak. Sebelumnya, Facebook telah menerapkan teknologi pengenalan wajah melalui pemberian label atau tagging pada foto-foto berisi wajah yang diunggah oleh pengguna.

Para pengguna yang tidak bersedia menggunakan teknologi tersebut tetap harus melewati tombol “Continue” sebelum mereka benar-benar menutup tawaran tersebut. Pada layar penawaran, pengguna Facebook dibujuk untuk menerapkannya dengan alasan bagaimana teknologi tersebut dapat melindungi mereka.

Halaman opsi penggunaan teknologi pengenalan wajah pada Facebook.
Halaman opsi penggunaan teknologi pengenalan wajah pada Facebook.

Seorang pengguna Facebook lainnya, menganggap cara tersebut tidak baik karena memanfaatkan ketakutan seseorang agar mau menggunakan teknologi tersebut. Itu sama saja dengan memanipulasi pilihan seseorang karena didasari oleh ketakutan.

Dalam kerangka perlindungan data Uni Eropa yang baru, Facebook tidak diperkenankan secara otomatis menerapkan teknologi pengenalan wajah kepada para pengguna. Facebook hanya boleh menyarankan penggunaannya. Jadi, pilihan tersebut diserahkan sepenuhnya kepada para pengguna.

Sumber: Techcrunch

 

 

 

Facebook Comments